Ditegaskan, Kunci Bunda bukan hadir sebagai pesaing pedagang pasar tradisional, melainkan sebagai mitra dan wadah bersama untuk menjaga daya beli masyarakat serta memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi hadirnya inovasi Kunci Bunda sebagai solusi konkret dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.
Menurut Bupati, pengendalian inflasi membutuhkan kerja bersama dan berbagai inovasi dari seluruh perangkat daerah.
“Kunci Bunda merupakan salah satu gerai solusi bagi masyarakat. Ini memberikan alternatif belanja dengan harga yang terjangkau, namun tetap harus berjalan beriringan dengan keberlangsungan pedagang pasar tradisional,” ujar Bupati.
Bupati menekankan bahwa pasar tradisional memiliki keunggulan tersendiri yang tidak dimiliki pasar modern, yakni adanya interaksi sosial antara pedagang dan pembeli.
“Pasar tradisional harus tetap hidup. Kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan harus terus ditingkatkan agar menjadi pilihan utama masyarakat,” tuturnya.
Ia juga meminta agar keberadaan Kunci Bunda terus dijaga dan tidak hanya menjadi seremoni awal peluncuran, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jangan sampai setelah diresmikan kemudian berhenti beroperasi. Rawat dan kembangkan agar menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kuningan,” pesan Bupati.
Bupati berharap inovasi tersebut dapat menjadi bagian dari langkah besar Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memperkuat ekonomi daerah dan menghadirkan pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat.
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Bupati Dian Rachmat Yanuar secara resmi membuka operasional Kunci Bunda (Kuningan Cegah Inflasi Kerja Sama BULOG dan Pemerintah Daerah).
“Kehadiran Kunci Bunda menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah daerah dan berbagai pihak mampu melahirkan solusi untuk menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.(Heryanto)


















