Menurutnya, sasaran intervensi stunting di Kabupaten Kuningan cukup besar, mencapai sekitar 7.750 sasaran. Dengan keterbatasan anggaran pemerintah daerah, dukungan dan gotong royong dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Kita tidak mungkin bekerja sendiri. Perlu kekuatan bersama dari pemerintah, rumah sakit, perusahaan, lembaga sosial, dan masyarakat agar bantuan tepat sasaran serta memberikan dampak nyata,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, pihak yang akan menyalurkan bantuan diminta berkoordinasi terlebih dahulu dengan kecamatan setempat. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dapat merata dan tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu.
Selain dukungan dari BUMN, BUMD, dan sektor swasta, sejumlah rumah sakit juga dilibatkan dalam pendampingan wilayah lokus stunting dengan menghadirkan tenaga medis, termasuk dokter spesialis anak dan dokter umum, langsung ke desa-desa sasaran.
Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai rumah sakit, di antaranya RS Jantung Hasna Medika, RS Wijaya Kusuma, RS Linggajati, RS El-Syifa, RS KMC Paediatric, RSUD 45 Kuningan, KMT Kuningan, Mitra Husada, hingga Mekar Kamulyan untuk mendukung percepatan penurunan stunting di berbagai desa.
Ia berharap, melalui semangat kebersamaan dalam GENTING, Kabupaten Kuningan mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mempersiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
“Semoga ikhtiar dan gotong royong kita dalam menyelamatkan generasi masa depan Kabupaten Kuningan menjadi amal ibadah dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(Heryanto)


















