Kepulan asap pekat dan kobaran api pertama kali ditemukan oleh Yatman (52), seorang warga lokal yang melintas di sekitar lokasi. Terkejut melihat titik api terus membesar di bawah rimbunnya bambu, Yatman langsung berlari melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Dusun (Kadus) Blok Bongas Kidul.
Laporan tersebut dengan cepat diteruskan ke Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat untuk tindakan darurat.
Mendapat laporan darurat, gabungan personel dari Babinsa Koramil 1711/Sumberjaya, Polsek Sumberjaya, Satpol PP, hingga perangkat desa langsung meluncur ke lokasi kejadian (TKP).
Tanpa menunggu lama, para petugas bersama belasan warga setempat nekat menerjang kobaran api. Dengan alat seadanya—mulai dari ember hingga pepohonan basah—mereka bahu-membahu memadamkan si jago merah agar tidak merembet ke pemukiman.
Berkat aksi cepat dan soliditas warga bersama TNI-Polri, kobaran api yang sempat membubung tinggi akhirnya berhasil dijinakkan total pada pukul 22.00 WIB.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian materiil tercatat lahan rumpun bambu seluas kurang lebih 700 meter persegi,” pungkasnya.
Tiga orang saksi di lokasi, yakni Yatman, Karyadi, dan Didi, telah dimintai keterangan. Pihak TNI-Polri mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran sampah di tengah kondisi kemarau ekstrem yang rawan memicu kebakaran susulan. (Pendim_0617/VC)

















