Ia menambahkan, akhlak harus hadir dalam seluruh aspek kehidupan. Bagi aparatur, akhlak diwujudkan melalui integritas dan pelayanan yang tulus. Bagi pemimpin, melalui sikap amanah dalam menjalankan tanggung jawab. Sementara bagi pelaku usaha dan masyarakat, akhlak tercermin dari kejujuran, kepedulian serta kesantunan dalam kehidupan sosial.
“Jika akhlak itu tumbuh, Insya Allah pembangunan akan memiliki jiwa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah akibat perbedaan pilihan politik, pandangan maupun kepentingan pribadi dan kelompok.
Ia mengajak masyarakat meneladani Rasulullah SAW yang dikenal mampu merangkul perbedaan, melindungi kelompok lemah dan mengedepankan persaudaraan.
“Kalau ada yang berbeda, jangan buru-buru dimusuhi. Kalau ada yang salah, jangan buru-buru dihina. Kalau ada yang lemah, jangan ditinggalkan,” pesannya.
Menurut Dian, kekuatan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat menjaga persatuan dan menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah.
“Persaudaraan harus ditempatkan di atas ego pribadi maupun kelompok. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga melahirkan masyarakat yang kuat, beradab dan saling menghargai,” pungkasnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, alim ulama, sesepuh, serta tokoh masyarakat. Kegiatan diisi tausiyah keagamaan yang disampaikan Ustadz Saeful Hidayat, SQ., M.Pd.I.(Heryanto)

















