Menurutnya, ziarah bukan sekadar bagian dari tradisi peringatan Hari Jadi, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pengingat bagi generasi saat ini agar terus melanjutkan cita-cita pembangunan Kuningan.
Dian menegaskan, pembangunan daerah merupakan proses berkesinambungan yang membutuhkan kebersamaan dan kesinambungan antargenerasi.
“Mudah-mudahan melalui ziarah ini kita dapat meneruskan cita-cita para pendahulu untuk membawa Kuningan ke arah yang lebih baik,” katanya.
Rangkaian ziarah akan dilanjutkan pada Jumat (28/8/2026) dan direncanakan ditutup dengan ziarah ke Sunan Gunung Jati pada Senin mendatang. Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap tradisi tersebut dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya merawat sejarah dan meneladani pengabdian para pemimpin terdahulu.(Heryanto)


















