Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

MQK dan MHM Dibuka di Pendopo Kuningan, Pemkab Perkuat Tradisi Keilmuan Pesantren

129
×

MQK dan MHM Dibuka di Pendopo Kuningan, Pemkab Perkuat Tradisi Keilmuan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Forum Pondok Pesantren (FPP) menggelar pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) dan Musabaqah Hifdzil Mutun (MHM) tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 di Pendopo Bupati Kuningan, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tradisi keilmuan Islam, melestarikan kajian kitab kuning, serta mendorong lahirnya generasi santri yang unggul dalam ilmu, kuat dalam iman, dan berakhlak mulia.

Pembukaan dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Ketua MUI, jajaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), perwakilan Kementerian Agama, pimpinan pondok pesantren, para kiai, dewan hakim, panitia, serta peserta perlombaan dari berbagai pesantren di Kabupaten Kuningan.

Baca Juga :  Dapur Beserta Rumah Roboh di Blok Rancabolang, Desa Sukamaju. Babinsa Koramil 1707/Lemahsugih Tinjau Lokasi Kejadian

Ketua pelaksana, Kiai Usman dari Windusengkahan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan atas dukungan terhadap penyelenggaraan MQK dan MHM. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi kebanggaan tersendiri bagi kalangan santri dan pengelola pondok pesantren.

Ia mengungkapkan, sejak dirinya ditunjuk sebagai ketua panitia sekitar 20 hari sebelum pelaksanaan, respons dari kalangan pesantren sangat tinggi. Antusiasme tersebut terlihat dari jumlah pendaftar yang terus bertambah hingga pendaftaran ditutup pada 16 Oktober 2026.

“Jujur, kami merasa bangga menjadi santri di Kabupaten Kuningan. Perhatian pemerintah daerah luar biasa. Bahkan, sejumlah rekan dari luar daerah mengaku iri karena kegiatan seperti ini mendapat dukungan dan difasilitasi di Pendopo Bupati,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terungkap Setelah Lima Tahun, Dugaan Rangkap Jabatan Perangkat Desa Anggrawati Mencuat ke Publik

Kiai Usman menegaskan, MQK bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian penting dari identitas santri dan pondok pesantren. Dengan banyaknya pesantren di Kabupaten Kuningan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda rutin untuk menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus mempererat hubungan antarpesantren.

Pada pelaksanaan tahun ini, perlombaan difokuskan pada dua bidang, yakni fikih dan nahwu. Panitia berharap penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang dapat dikembangkan dengan menambah bidang keilmuan lainnya, seperti tauhid dan tasawuf.

Baca Juga :  Rumah Produksi Kue di Jatitujuh Terbakar, Kerugian Capai Rp50 Juta

Selain MQK dan MHM, rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional juga diisi dengan Liga Santri yang telah berlangsung sejak awal Oktober dan memasuki tahap final. Rangkaian tersebut diharapkan semakin memperkuat kebersamaan serta semangat kompetisi yang sehat di kalangan santri.

Sementara itu, Ketua Forum Pondok Pesantren Kabupaten Kuningan, Ma’ma’ Kiai N.C. Burhanudin, M.Pd., menjelaskan bahwa FPP merupakan wadah silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi antarpimpinan serta pengasuh pondok pesantren. Organisasi tersebut juga menjadi jembatan antara pesantren, pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan instansi terkait.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin