Ketiga, melaksanakan penegakan hukum secara tegas, adil, profesional, dan bertanggung jawab.
Keempat, memperkuat koordinasi serta kerja sama lintas instansi guna mendukung kelancaran dan efektivitas operasi.
Kelima, melaksanakan pengawasan dan pengendalian secara melekat serta berjenjang agar setiap kegiatan berjalan sesuai prosedur.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel untuk menjaga soliditas, memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Menurutnya, upaya membangun budaya tertib berlalu lintas memerlukan keteladanan petugas sekaligus kesadaran dari masyarakat.
Melalui Operasi Patuh Lodaya 2026, Kapolres Indramayu mengajak seluruh pengguna jalan untuk semakin disiplin dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan tumbuh bukan semata karena adanya pengawasan atau penindakan, melainkan karena kesadaran bahwa keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya jauh lebih penting.
Kapolres menegaskan keberhasilan operasi harus terlihat dari menurunnya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, meningkatnya kepatuhan masyarakat, serta tumbuhnya budaya keselamatan di jalan raya.
Di akhir amanatnya, AKBP Prianggo mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan berikan pengabdian terbaik pada masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.
Melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Operasi Patuh Lodaya 2026 diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan berkeselamatan.
Sebab, tujuan utama tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan memastikan setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat. (Bd)











