Ia berharap, melalui penyelenggaraan Porpemdes III, olahraga domino semakin diterima oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat membawa nama baik Kabupaten Kuningan di tingkat yang lebih tinggi.
Lebih lanjut, dr. Agah menegaskan bahwa semangat yang terus diusung Pengcab Orado adalah menjadikan olahraga domino sebagai cabang olahraga yang modern, edukatif, dan berprestasi.
“Kami memiliki moto, ‘Orado, Domino Naik Kelas’. Artinya, olahraga domino harus terus berkembang menjadi olahraga yang profesional sekaligus memberikan manfaat. Selain menjadi sarana hiburan, Orado juga mampu melatih daya pikir, strategi, konsentrasi, dan memintarkan masyarakat,” ungkapnya.
Antusiasme peserta dan penonton yang memadati arena pertandingan hingga babak final menjadi bukti bahwa olahraga domino mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat.
Kehadiran Orado dalam Porpemdes III diharapkan menjadi tonggak awal perkembangan olahraga domino di Kabupaten Kuningan sekaligus memperkuat komitmen Pengcab Orado untuk terus melakukan pembinaan, memperluas sosialisasi, serta melahirkan atlet-atlet yang mampu bersaing di berbagai kejuaraan.(Heryanto)


















