“Kami ingin Paninggaran berkembang menjadi kawasan wisata berbasis masyarakat sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan,” katanya.
Selain sektor ekonomi, Pemkab Kuningan juga menaruh perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia, terutama generasi muda desa. Penguatan pendidikan berbasis teknologi pertanian serta pelatihan keterampilan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
Sementara itu, Kepala OJK Cirebon Tesar Pratama Gustardzidi menyampaikan bahwa Program PINTAR sejalan dengan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui program TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah).
Ia menjelaskan, Desa Paninggaran dipilih sebagai pilot project karena memiliki potensi ekonomi lokal yang besar, namun masih membutuhkan penguatan ekosistem usaha dan akses terhadap layanan keuangan.
“Harapannya seluruh potensi lokal, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga ekonomi kreatif dapat terhubung dengan sektor jasa keuangan sehingga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Asisten Deputi Peningkatan Inklusi Keuangan Kemenko Perekonomian dr. Endy Rio menegaskan bahwa Program PINTAR merupakan bagian dari strategi nasional dalam menekan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia berharap keberhasilan Desa Paninggaran nantinya dapat menjadi kisah sukses nasional yang diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.
“Paninggaran memiliki peluang besar menjadi role model nasional dalam pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan sektor jasa keuangan,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga, Bank Indonesia, perbankan, Bulog, BP2MI, Kemendes PDTT, Jamkrindo, Pegadaian, serta sejumlah mitra strategis lainnya yang menyatakan dukungan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat Desa Paninggaran.(Heryanto)


















