“Kami ingin menata sekolah yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya mendapatkan pelajaran, tetapi juga ruang untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya. Pantomim termasuk salah satu yang kami pertahankan,” ujarnya.
Selain seni, sekolah juga mengembangkan berbagai kegiatan keagamaan yang dikemas secara praktik. Salah satunya kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang diisi dengan praktik manasik haji, mulai dari niat, tawaf hingga sai.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya. Dengan begitu mereka lebih senang dan materi juga lebih mudah diingat,” tuturnya.
Sekolah juga berupaya menjaring potensi siswa sejak kelas bawah melalui berbagai perlombaan, seperti azan, hafalan Juz Amma, MHQ, MTQ hingga praktik salat.
“Kami ingin setiap kegiatan tetap memberikan pendidikan. Anak-anak senang, tetapi ilmu dan pengalaman juga mereka dapatkan,” katanya.
Ia berharap prestasi Ann Maryam Azzura dan Hadiq Salim Adragausilah tidak berhenti di tingkat sekolah maupun kabupaten.
“Semoga mereka terus berkembang dan bisa membawa nama baik sekolah ke jenjang berikutnya. Yang terpenting, jangan berhenti sampai di sini,” pungkasnya.(Heryanto)

















