Ia menambahkan, secara keseluruhan jumlah penanganan kasus oleh Damkar mencapai ratusan setiap tahun. Dalam operasional harian, tim Damkar rata-rata menangani minimal dua kejadian per hari, bahkan bisa meningkat hingga empat sampai enam kejadian dalam sehari.
“Artinya hampir setiap hari kami bergerak. Intensitas layanan cukup tinggi,” katanya.
Di sisi lain, Andri juga menyoroti keterbatasan armada dan jangkauan layanan. Saat ini, Damkar Kuningan hanya memiliki dua unit kendaraan pemadam dan satu unit kendaraan rescue untuk melayani 32 kecamatan.
“Kondisi ini tentu menjadi tantangan. Idealnya ke depan perlu dibentuk pos Damkar di beberapa wilayah, minimal pembagian zona timur, utara, selatan, dan barat, agar respons time bisa lebih cepat,” ungkapnya.
Dari sisi SDM, total personel Damkar Kuningan saat ini berjumlah 62 orang yang dibagi dalam tiga regu operasional. Setiap regu terdiri dari 15 personel yang bertugas secara bergiliran dengan sistem piket 1×24 jam.
“Pelayanan kami tanpa henti. Tidak ada libur, termasuk saat hari besar seperti Idul Fitri. Kami tetap siaga 24 jam untuk masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa layanan call center Damkar selalu aktif dan dapat diakses masyarakat kapan pun dibutuhkan.
Wawancara ini menegaskan bahwa di balik peringatan hari jadi, tantangan operasional Damkar di daerah masih cukup besar. Namun dengan komitmen, peningkatan dukungan anggaran, serta dedikasi personel, layanan kepada masyarakat tetap diupayakan optimal.(Heryanto)


















