Program mudik dan balik gratis yang dialokasikan untuk Kabupaten Kuningan disebut sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat, khususnya dalam meringankan beban biaya transportasi.
Selain itu, disampaikan pula bahwa sejumlah pejabat di Kementerian Perhubungan memiliki kedekatan dengan Kuningan sebagai putra daerah, yang turut memperkuat perhatian terhadap wilayah tersebut.
Perantau Jadi Pilar Pembangunan
Pembicara juga menyoroti besarnya peran para perantau dalam pembangunan daerah. Diperkirakan sekitar 30 persen masyarakat Kuningan merupakan perantau yang tersebar di berbagai daerah.
Kontribusi mereka dinilai sangat signifikan, terutama dalam pembangunan desa, seperti pembangunan rumah, masjid, dan infrastruktur lainnya yang sebagian besar didukung dari hasil kerja keras di perantauan.
“Para perantau adalah pahlawan daerah. Mereka membangun kampung halamannya melalui kontribusi nyata,” ungkapnya.
Pesan untuk Arus Balik
Di akhir kegiatan, disampaikan pesan kepada para peserta arus balik agar tetap menjaga ikatan dengan kampung halaman.
Masyarakat diharapkan tidak melupakan Kuningan, meskipun telah meraih kesuksesan di perantauan. Selain itu, para pemudik juga dilepas dengan doa dan restu dari keluarga agar selamat sampai tujuan dan kembali dengan membawa keberkahan.“Semoga para perantau dapat kembali lagi ke Kuningan dengan membawa manfaat dan kebaikan bagi masyarakat,” tutupnya.(Heryanto)


















