Ia mencontohkan keberhasilan menghadirkan dukungan anggaran pemerintah pusat melalui penyusunan perencanaan yang baik sehingga sejumlah program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat direalisasikan di Kabupaten Kuningan.
Dalam kesempatan tersebut, Toto juga memperkenalkan berbagai program pelatihan berbasis APBN yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Program tersebut meliputi pelatihan menjahit, kelistrikan, perbengkelan, tata boga, teknologi informasi, digital marketing, bahasa Inggris, servis telepon seluler, konten kreator, kecerdasan buatan (AI), hingga manajemen koperasi.
Menurutnya, seluruh pelatihan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga sertifikasi kompetensi. Bahkan bagi peserta yang ingin berwirausaha secara mandiri, tersedia dukungan permodalan sesuai ketentuan program.
Ia mengajak pengurus PABPDSI yang akan terpilih untuk aktif menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, perguruan tinggi, serta dunia usaha agar semakin banyak program pemberdayaan yang dapat dinikmati masyarakat desa.
Pada akhir sambutannya, Toto turut menyoroti pentingnya penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Berdasarkan hasil diskusinya dengan sejumlah kepala desa, masih banyak yang belum optimistis terhadap perkembangan BUMDes. Karena itu, ia menilai diperlukan inovasi, pendampingan, dan tata kelola yang profesional agar BUMDes mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
Melalui Musda II PD PABPDSI Kabupaten Kuningan, Toto berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan semangat kolaborasi, memperluas akses program pemerintah, serta memperkuat peran BPD sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Heryanto)


















