Bagi Ninis, membuat sorabi justru terasa menyenangkan. Ia menggambarkan proses pembuatannya seperti aktivitas yang mudah dilakukan dan tidak terlalu membebani.
“Bikinnya seperti mainan, tidak ribet,” tuturnya.
Untuk menarik minat konsumen, Ninis juga melakukan inovasi dengan menghadirkan sorabi dalam berbagai pilihan. Tidak hanya sorabi polos, tersedia pula sorabi dengan beragam topping yang disesuaikan dengan selera pembeli.
“Harganya berbeda-beda. Ada yang polos dan ada yang menggunakan topping. Topping-nya berbeda, harganya juga berbeda,” jelasnya.
Kehadiran Ninis di Festival BUMDes Jabar 2026 menjadi contoh bahwa kuliner tradisional masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha yang lebih modern tanpa harus meninggalkan akar tradisinya.
Warisan keluarga yang sebelumnya sederhana kini dikembangkan menjadi peluang ekonomi. Sorabi tidak sekadar dipertahankan sebagai makanan tradisional, tetapi juga dikemas sebagai produk yang mampu mengikuti selera pasar dan menarik perhatian generasi masa kini.(Heryanto)

















