Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada pekerja terdampak PHK untuk memulai langkah baru sesuai minat dan keterampilan yang dikembangkan.
Sementara Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim menjelaskan, Program POLIRAN merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, khususnya pengangguran akibat PHK.
Menurutnya, tugas Polri tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membangun kemitraan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, Polres Indramayu menggandeng Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu serta memperoleh dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat dan Balai Besar Perluasan Kesempatan Kerja (BBPKK) Bandung Barat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. Aan Hendrajana, M.Si., yang mewakili Bupati Indramayu, Kepala BBPKK Bandung Barat Aris Budiyanto, S.ST., M.Si., Kepala Dinas Tenaga Kerja Indramayu Endang Ismiati, S.STP., M.Si., serta Kepala BPVP Bandung Barat Iman Riswandi, S.T., M.T.
Dalam rangkaian acara, Kapolres menyerahkan pakaian pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta dan melepas mereka untuk mengikuti tahapan pelatihan vokasi.
AKBP Prianggo menekankan pentingnya keberlanjutan Program POLIRAN agar manfaatnya tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan pelatihan.
Beliau berharap kerja sama lintas instansi dapat dilanjutkan melalui penyediaan informasi lowongan kerja, fasilitasi pemagangan, peluang penempatan tenaga kerja, hingga pendampingan bagi peserta yang ingin membangun usaha sendiri.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno menjelaskan, pelatihan vokasi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Melalui peningkatan kompetensi, peserta diharapkan mempunyai kesempatan lebih luas untuk kembali bekerja, meningkatkan produktivitas, maupun mengembangkan usaha mandiri.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.
Bagi para pekerja yang pernah kehilangan mata pencaharian, kesempatan belajar keterampilan baru diharapkan menjadi awal untuk kembali melangkah.
Sebab, di balik setiap kehilangan pekerjaan, masih ada peluang untuk bangkit, mengembangkan kemampuan, dan membangun masa depan yang lebih baik. Pungkasnya. (Bd)











