Selain menerima materi, para siswa diajak bernyanyi lagu bertema lalu lintas, mendengarkan cerita edukatif, serta melihat langsung sarana dan prasarana operasional kepolisian. Suasana tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan sosok polisi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang ramah kepada anak-anak.
Edukasi juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam membentuk kebiasaan berlalu lintas yang aman. Keteladanan orang dewasa, mulai dari menggunakan helm hingga mematuhi rambu dan aturan jalan, dinilai menjadi faktor penting dalam membangun karakter disiplin anak.
Melalui program Polisi Sahabat Anak, Sat Lantas Polres Kuningan berharap tumbuh generasi yang tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengutamakan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi antara kepolisian, lembaga pendidikan, dan keluarga diharapkan mampu menjadikan budaya tertib berlalu lintas sebagai kebiasaan sejak dini, bukan sekadar kewajiban ketika berada di jalan raya.(Heryanto)

















