Tahun Anggaran: 2026.
Namun, pelaksanaan program tersebut diduga rentan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab demi meraih keuntungan pribadi. Salah satunya terjadi pada pengerjaan proyek P3-TGAI di Desa Karangasem Kecamatan Terisi Kabupaten Indramay, Jawa Barat.
Proyek yang menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah tersebut dikerjakan asal asalan. Berdasarkan temuan awak media di lokasi, fisik bangunan diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Sejumlah kejanggalan dan penyimpangan teknis ditemukan di lokasi pengerjaan, antara lain.
Dugaan pelanggaran pada proyek P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) seperti pasangan batu dalam kondisi aliran air yang menggenang, dan cara adukannya tidak pakai mesin molen, serta pengabaian K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sering disorot karena menurunkan mutu bangunan tersebut akan mempercepat kerusakan fisik, dan membahayakan keselamatan pekerja di lapangan.
Proses pemasangan batu dan adonan semen dilakukan dalam kondisi aliran air yang menggenang. Hal ini dinilai sangat menurunkan mutu adonan semen serta memengaruhi kekuatan fisik saluran irigasi.
Kondisi pekerjaan yang terkesan asal-jadi ini diduga akibat lemahnya fungsi pengawasan di lapangan. Saat media melakukan pemantauan dilapangan selasa (4/8/2026) langsung banyak kejangalan saat pemasangan batu aliran air yang menggenang dan cara adukannya tidak pakai mesin molen serta mengabaikan pengabaian K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Pengawasan di lapangan memicu para pekerja beroperasi tanpa pengarahan dan teguran teknis, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara dan mengurangi masa pakai sarana irigasi yang sangat dibutuhkan oleh warga setempat. Maka berita ini di terbitkan belum ada jawaban dari pihak proyek seperti pelaksan maupun pemborong. (Bd)












