Selain persoalan ketebalan, warga mengeluhkan pekerjaan yang disebut tidak menunjukkan perkembangan sejak 14 September 2026 hingga saat ini. Mereka meminta kejelasan mengenai progres pekerjaan dan jadwal penyelesaiannya, mengingat masa pelaksanaan proyek masih tercantum hingga 3 Desember 2026.
Warga mendesak instansi terkait di tingkat provinsi, termasuk pihak pelaksana program PISEW, turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kualitas pekerjaan, kesesuaian volume, serta transparansi penggunaan anggaran.
Mereka menegaskan tidak menolak pembangunan infrastruktur tersebut. Namun, warga berharap proyek yang menggunakan uang negara dilaksanakan sesuai ketentuan, mengutamakan kualitas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini uang negara, bukan uang pribadi. Harusnya dikelola dengan benar,” tegas seorang warga.
Hingga berita ini disusun, dugaan ketidaksesuaian ketebalan beton dan keluhan mengenai pelaksanaan proyek tersebut masih memerlukan verifikasi teknis serta klarifikasi dari pihak pelaksana dan instansi terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan. (Bd)











