ELTV SATU lll Indramayu- Proyek Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Blok 3, Desa Cibereng, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menuai sorotan warga. Proyek dengan alokasi dana Rp500 juta tersebut dipertanyakan terkait transparansi anggaran, pelibatan masyarakat, serta dugaan ketidaksesuaian ketebalan cor beton.
Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek tersebut merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Tahun Anggaran 2026. Kegiatan dengan nomor kontrak swakelola HK0201/T/Bpbpk10.8.3/2026/117 itu memiliki masa pelaksanaan 105 hari, terhitung sejak 20 Agustus hingga 3 Desember 2026.
Sejumlah warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mempertanyakan keterbukaan informasi sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Meski papan proyek mencantumkan adanya swadaya masyarakat, mereka mengaku tidak pernah dilibatkan secara langsung dalam pekerjaan tersebut.
Warga juga menyebut pekerjaan rabat beton direncanakan memiliki panjang sekitar 395 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Namun, berdasarkan pengukuran yang mereka lakukan secara mandiri, ketebalan beton di sejumlah titik diduga hanya berkisar 4–5 sentimeter.
Temuan tersebut perlu diverifikasi melalui pengukuran teknis oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi dan dokumen perencanaan.











