Menurutnya, posisi runner-up merupakan hasil yang patut disyukuri karena seluruh pemain dan official telah mengerahkan kemampuan terbaik demi membawa nama baik Kabupaten Kuningan.
Pelatih juga mengajak seluruh suporter untuk tetap setia mendampingi perjalanan tim, baik ketika meraih kemenangan maupun saat menghadapi tantangan.
“Perjalanan sebuah tim tidak selalu mulus. Kami berharap dukungan suporter tidak hanya hadir saat menang, tetapi juga ketika tim menghadapi kesulitan. Kebersamaan itulah yang menjadi kekuatan terbesar PESIK Kuningan dalam menatap Liga 3,” ujarnya.
Sementara itu, Kapten PESIK Kuningan mewakili seluruh pemain menyampaikan permohonan maaf karena belum mampu mempersembahkan trofi juara bagi masyarakat Kuningan.
Namun ia menegaskan bahwa seluruh pemain telah memberikan kemampuan terbaik sepanjang kompetisi dan bertekad bangkit pada Liga 3 Nusantara.
“Kami meminta maaf karena belum bisa membawa pulang piala. Namun kami sudah berjuang sekuat tenaga demi Kuningan. Di Liga 3 nanti target kami bukan hanya promosi, tetapi juga menjadi juara dan membayar kegagalan di final. Kami juga membutuhkan kritik dan masukan dari suporter agar tim terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar PESIK Kuningan yang telah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjadi runner-up Liga 4 Nasional dan promosi ke Liga 3 merupakan prestasi yang membanggakan serta menjadi modal penting untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Kuningan, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, official, manajemen, serta suporter yang telah membawa harum nama Kabupaten Kuningan. Prestasi ini adalah kebanggaan masyarakat Kuningan. Insyaallah, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi di Liga 3 Nusantara. Pemerintah Daerah akan terus memberikan dukungan bagi kemajuan sepak bola Kuningan,” tutur Tuti Andriani.
Penyambutan ditutup dengan pekikan yel-yel yang dipimpin Wakil Bupati bersama ribuan suporter.
“PESIK Kuningan?”
Dijawab serempak oleh masyarakat:
“MELESAT!”
“Kuningan?”
“MELESAT!”
Sorak-sorai Sorak-sorai tersebut menjadi simbol semangat baru masyarakat Kabupaten Kuningan yang optimistis PESIK akan bangkit, semakin kuat, dan mampu mengukir sejarah baru pada kompetisi Liga 3 Nusantara mendatang.(Heryanto)


















