Hebatnya, di tengah keterbatasan, warga bersama petugas bahu-membahu memadamkan api yang merembet ke semak-semak kering menggunakan alat seadanya—mulai dari ranting hingga daun pohon basah—serta menyiramkan air dari sumur pantek sawah terdekat. Berkat kesigapan warga dan petugas, amukan api akhirnya berhasil dijinakkan satu jam kemudian, tepatnya pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, kebakaran diduga kuat akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik dari rumah korban.
Akibat insiden ini, bangunan rumah bambu beserta kandang kambing seluas kurang lebih 112 meter persegi rata dengan tanah. Tak hanya itu, korban juga harus menelan pil pahit lantaran uang tunai sebesar Rp2.500.000 serta seekor anak kambing ikut hangus terbakar.
Total kerugian material akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp20 juta. Meski demikian, berkat respons cepat dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat desa, Satpol PP, dan aksi gotong royong warga, api berhasil dicegah agar tidak merembet ke pemukiman warga lainnya. (Pendim_0617/VC)

















