ELTV SATU || KUNINGAN – SDN 1 Lebakwangi kembali dipercaya mewakili Polres Kuningan dalam ajang Polisi Cilik (Pocil) tingkat Polda Jawa Barat. Bagi sekolah, keikutsertaan ini bukan sekadar mengejar gelar juara, tetapi menjadi bagian dari proses membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, kompak, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Kepala SDN 1 Lebakwangi, Haris Fadillah, mengatakan pembinaan Pocil di sekolahnya tumbuh dari pengalaman mengembangkan kegiatan Paskibra. Menurutnya, nilai kedisiplinan yang ditanamkan melalui Paskibra sangat relevan untuk membentuk mental dan karakter anak sejak usia sekolah dasar.
“Paskibra itu dididik tentang kedisiplinan luar biasa. Kedisiplinan, tertib waktu, harus kompak, harus serempak, itu akan mengakar pada anak itu sendiri,” ujar Haris saat ditemui di kantornya, Kamis (10/9/2026).
Ia menilai pendidikan karakter semakin penting di tengah perkembangan era digital. Penggunaan telepon seluler dan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan anak menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dan orang tua.
Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler seperti Paskibra dan Pocil diarahkan menjadi ruang positif bagi siswa untuk belajar disiplin, bekerja sama, sekaligus mengembangkan rasa tanggung jawab.
Meski demikian, Haris menegaskan kegiatan tersebut tidak bersifat memaksa. Paskibra dan Pocil tetap menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti siswa berdasarkan minat dan kemauan mereka.
Dampak positifnya pun mulai dirasakan oleh orang tua. Sejumlah siswa menunjukkan perubahan kebiasaan setelah mengikuti latihan secara rutin, terutama dalam hal kedisiplinan dan pengaturan waktu.
“Kenapa direspons orang tua dan positif? Karena ada peningkatan dari kualitas anak-anak itu sendiri,” katanya.
“Tiga Bulan Persiapan.”
Menghadapi lomba Pocil tingkat Polda Jawa Barat, SDN 1 Lebakwangi telah melakukan persiapan selama hampir tiga bulan.
Sebanyak 31 siswa disiapkan sebagai peserta utama dan satu siswa sebagai cadangan. Mereka berasal dari kelas 4, 5, dan 6.
Materi latihan tidak hanya berfokus pada baris-berbaris dan kekompakan. Para siswa juga mendapatkan pembekalan mengenai lalu lintas, termasuk pengenalan rambu-rambu serta gerakan pengaturan lalu lintas.

















