Materi pengaturan lalu lintas menjadi salah satu bagian penting dalam perlombaan Pocil sekaligus memberikan pengalaman praktis kepada siswa mengenai budaya tertib berlalu lintas sejak dini.
“Empat Kali Tampil, Pernah Tembus Lima Besar.”
Keikutsertaan kali ini menjadi penampilan keempat SDN 1 Lebakwangi dalam kompetisi Pocil tingkat Polda Jawa Barat.
Pengalaman sebelumnya menjadi modal penting bagi sekolah. SDN 1 Lebakwangi pernah menembus 10 besar. Pada keikutsertaan ketiga, prestasi mereka meningkat dengan masuk lima besar sekaligus membawa pulang piala.
Capaian tersebut menjadi penyemangat bagi sekolah untuk kembali memberikan penampilan terbaik.
Namun, Haris menegaskan keberhasilan pembinaan Pocil tidak semata-mata diukur dari posisi akhir dalam perlombaan.
Baginya, kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika siswa mampu membawa nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab dan kepemimpinan dari lapangan latihan ke kehidupan sehari-hari.
Pocil Jadi Investasi Karakter Anak
Haris berharap para siswa yang mengikuti Pocil tidak hanya pulang membawa pengalaman bertanding, tetapi juga membawa bekal karakter yang akan berguna ketika mereka tumbuh dan hidup di tengah masyarakat.
Ia menargetkan lahirnya generasi yang memiliki patriotisme, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.
“Ketika di masyarakat, ditanya bukan masalah pelajaran, tapi karakter,” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan akademik tetap penting. Namun, kecerdasan harus berjalan seiring dengan karakter dan rasa tanggung jawab.
“Setidaknya kami ingin memberikan sesuatu pada negeri ini melalui anak-anak kami lewat Paskibra ini, anak-anak yang bisa hidup mandiri, berjiwa kepemimpinan, berdisiplin tinggi, ketika mereka berada di sekolah maupun di masyarakat,” pungkas Haris.(Heryanto)

















