Tak hanya memperoleh pendidikan, para siswa juga direncanakan mendapatkan fasilitas penunjang, mulai dari seragam, tablet pembelajaran, hingga tempat tinggal bagi peserta yang mengikuti sistem berasrama. Kebutuhan konsumsi disiapkan sebanyak tiga kali makan dan dua kali makanan selingan setiap hari.
“Fasilitas tersebut diharapkan membantu anak-anak belajar lebih nyaman dan fokus, tanpa terbebani keterbatasan ekonomi keluarga,” katanya.
Menurut Tatiek, manfaat Sekolah Rakyat juga diharapkan menjangkau keluarga siswa. Orang tua yang memenuhi persyaratan berpeluang memperoleh dukungan melalui program sosial lainnya, seperti bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) maupun bantuan permodalan sesuai ketentuan.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan lahan, gedung, dan infrastruktur utama menjadi bagian dari tanggung jawab kementerian yang menangani pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Sementara pemenuhan fasilitas pendukung serta penanganan kebutuhan siswa dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Sosial dan pihak terkait.
Tatiek berharap, Sekolah Rakyat dapat menjadi pintu perubahan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Kuningan. Melalui pendidikan yang layak dan dukungan kesejahteraan keluarga, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memutus mata rantai kemiskinan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
“Harapannya, anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (Heryanto)

















