Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan keberlanjutan pemanfaatannya melalui pendampingan intensif.
“Kami akan menugaskan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan teknis kepada kelompok tani penerima, mulai dari pengoperasian hingga perawatan alsintan,” ujarnya.
Adapun rincian bantuan alsintan yang disalurkan meliputi traktor roda empat sebanyak 5 unit , traktor roda dua sebanyak 34 unit untuk, pompa air sebanyak 7 unit guna mengantisipasi kekeringan, hand sprayer sebanyak 20 unit dan excavator sebanyak 3 unit.
Ia juga menegaskan bahwa DKP3 akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Selain itu, kami juga mendorong kelompok tani dan UPJA agar bisa mengelola alsintan ini secara kolektif dan profesional, sehingga tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi kelompok,” tambahnya.
Bantuan alsintan ini disambut antusias oleh para petani. Ketua kelompok tani, Sumarna, mengaku keberadaan traktor roda dua sangat membantu percepatan pengolahan lahan.
“Biasanya kami harus antre sewa traktor sampai berminggu-minggu. Sekarang dengan adanya bantuan ini, kami bisa langsung mengolah lahan dan mengejar waktu tanam,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Akim kelompok tani Mekarmulya yang menilai bantuan pompa air sangat bermanfaat bagi wilayah yang jauh dari jaringan irigasi.
“Kami siap merawat dan mengelola alsintan ini dengan baik, sesuai arahan Bapak Bupati, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh anggota kelompok,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan alsintan ini, Pemerintah Kabupaten Majalengka optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.


















