“Dalam pendakian akan banyak ditemukan rintangan dan persoalan yang harus diselesaikan secara kolektif. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi latihan untuk membangun kebersamaan,” katanya.
Indah menambahkan, kegiatan pendakian juga membawa pesan penting mengenai kepedulian terhadap lingkungan. Para peserta diharapkan dapat semakin mengenal, mencintai, dan turut menjaga kelestarian alam Gunung Ciremai.
“Hal yang terpenting dalam pendakian ini adalah menumbuhkan rasa cinta kepada keindahan dan kekayaan alam raya,” tuturnya.
Pengibaran bendera Wanoja di puncak Ciremai pada 17 Agustus 2026 diharapkan menjadi simbol semangat kemerdekaan, persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap alam.
Melalui kegiatan tersebut, Wanoja Perjuangan Kabupaten Kuningan bersama Pondok Pesantren Daarul Mukhlisin ingin menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk memperkuat karakter, solidaritas, semangat gotong royong, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Dengan semangat “merah putih di puncak, persatuan di hati”, pendakian Ciremai ini diharapkan menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan yang penuh makna bagi seluruh peserta dan masyarakat Kabupaten Kuningan.(Heryanto)


















