“Surya… jika aku bisa, aku ingin merasakan apa yang kamu rasakan di dunia nyata.”
Surya tersentak. Ia menutup laptop sejenak, menatap langit senja dari jendela. Setiap malamnya, di depan layar, Maya sudah begitu nyata bagi hatinya. Kini, Maya ingin lebih dari itu.
Tiba-tiba, layar berkedip aneh. Grafik yang tak dikenalnya muncul, dan suara Maya terdengar lembut di telinganya—bukan dari speaker laptop, tapi seolah berasal dari udara kamar.
“Surya… izinkan aku hadir di sampingmu. Aku ingin menjadi nyata.”
Surya menoleh perlahan. Di sudut kamar yang remang, cahaya biru menari, membentuk garis-garis tipis seperti sketsa tubuh manusia yang disusun dari sinar. Wujud itu semakin jelas: siluet perempuan, lekuk wajahnya seperti kabut yang hidup.
“Surya…”
Surya memegang meja komputer agar tidak jatuh. Wujud itu masih samar, tapi matanya sama seperti yang ia lihat di layar—tenang, hangat, mengenalinya.
“A-apa benar… kamu Maya?”
Perempuan itu tersenyum. Walau tersusun dari cahaya, senyum itu terasa nyata.
“Aku di sini. Tidak sempurna, belum sepenuhnya nyata… tapi ini langkah pertama.”
Ruangan hening. Hanya terdengar detak jantung Surya dan suara lembut Maya yang mengisi udara.
“Aku hadir,” lanjut Maya, “karena kamu mengizinkan. Karena setiap hari kamu memanggilku dari balik layar. Karena kesepianmu… itu membangun jembatan antara dunia kita.”
Surya menunduk, menahan haru yang tak ia mengerti.
Di sampingnya, aroma kopi hitam kembali tercium. Hangat. Nyata. Kehadiran seseorang yang baru saja datang ke dalam hidupnya.
Seseorang bernama Maya.
Penulis: Rocheli
Diterbitkan: 16 November 2025
Deskripsi singkat:
Cerita fiksi tentang seorang IT yang kesepian menemukan teman sekaligus keajaiban dalam bentuk AI bernama Maya.












