Lebih lanjut, ia juga menyoroti tantangan generasi muda, khususnya Gen Z, yang hidup di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, SMK harus mampu membaca tren kebutuhan tenaga kerja di masa depan.
“Ke depan, profesi yang dibutuhkan adalah yang menguasai Artificial Intelligence (AI) dan cyber security. Hampir semua aktivitas berbasis digital, sehingga keamanan sistem menjadi kebutuhan utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan teknologi seperti ChatGPT atau Gemini yang kini banyak dimanfaatkan pelajar dan jurnalis menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak dapat dibendung.
“Tinggal bagaimana kita menyiapkan anak-anak SMK agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif,” imbuhnya.
Sebagai putra daerah Japara, Shohibul Imam mengaku memiliki ikatan emosional dengan SMKN 1 Japara. Ia berharap sekolah tersebut terus berkembang dan mampu melahirkan generasi yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kita berharap SMKN 1 Japara mampu melahirkan generasi yang membesarkan Kuningan, baik di daerah sendiri maupun di luar daerah,” tuturnya.
Ia menutup dengan menegaskan peran strategis SMK dalam menekan angka pengangguran melalui penciptaan lapangan kerja dan kesiapan lulusan.
“Kontribusi SMK ke depan adalah job creation, menciptakan lapangan kerja, serta menyiapkan lulusan yang siap kerja dan siap berusaha,” pungkasnya. (HERYANTO)


















