Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

SKPD Pulang Dulu, Bupati Ditinggal: Teguran Dian di Apel Pagi

56
×

SKPD Pulang Dulu, Bupati Ditinggal: Teguran Dian di Apel Pagi

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

Dari pengalaman tersebut, Dian menekankan pentingnya etika, loyalitas, dan keteladanan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Pak Acep pernah kecewa, ‘Ini enggak ada etika,’ katanya. Tolong ini menjadi contoh ke masyarakat,” tutur Dian.

Meski memberikan teguran, Dian tetap memberikan penghargaan kepada kepala SKPD dan camat yang dinilai telah bekerja keras mengawal seluruh rangkaian Milangkala Kuningan ke-528.

Ia menilai pelaksanaan tahun ini menghadirkan sejumlah konsep baru yang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Di antaranya penyatuan Gelaran Babarit dan Saptonan, ziarah ke makam 21 bupati terdahulu, Ciremai Coffee Culture, hiburan rakyat, Melesat Trend, hingga program Bupati Saba Lembur.

Baca Juga :  Forkopimda Plus Kabupaten Cirebon Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Goes Becak Hias di Kawasan Batik Trusmi

Dian juga menyoroti Ciremai Coffee Culture yang dinilainya memberikan dampak positif bagi pelaku usaha. Berdasarkan laporan yang diterimanya, pengunjung tidak hanya datang untuk melihat-lihat, tetapi juga melakukan transaksi pembelian produk.

“Yang berkunjung itu benar-benar pembeli, bukan ‘rojali’, rombongan jarang beli yang hanya lihat-lihat saja. Mereka beli. Ini keren,” ujarnya.

Menurut Dian, berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan perayaan hari jadi yang lebih segar, kreatif, dan dekat dengan masyarakat.

Baca Juga :  Usai Diberitakan ELTV Satu, Perbaikan TPT di Desa Sunia Mulai Dilakukan

Ia menyadari setiap konsep baru selalu berpotensi mendapat kritik. Namun, bagi seorang pemimpin, kritik merupakan bagian dari konsekuensi dalam mengambil keputusan dan melakukan perubahan.

“Setiap hal yang baru pasti ada yang ngomongkeun. Tapi pemimpin harus siap. Pemimpin itu siap diomongkeun kalau menjadi pemimpin. Yang penting kebenaran dan manfaatnya terasa, konsepnya jelas,” tegas Dian.

Baca Juga :  28 Desa di Kabupaten Kuningan Terima Bantuan Truk Operasional KDMP, Perkuat Ekonomi Desa

Ia berharap seluruh jajaran Pemkab Kuningan dapat mengambil pelajaran dari pelaksanaan Milangkala ke-528, terutama mengenai pentingnya kekompakan, kedisiplinan, tanggung jawab dan keteladanan.

Dian menegaskan, semangat Milangkala Kuningan ke-528 bukan sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga menguatkan jati diri daerah melalui tema “Melesat Budaya Zaman, Ngaraket Kuat Purwakarti.”

“Kita boleh maju, berkembang dan modern, tetapi tidak boleh melupakan jati diri. Tradisi adalah akar, budaya adalah jati diri,” pungkasnya.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin