Acara juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial, sarasehan dan dialog interaktif dengan menghadirkan sejumlah tokoh, serta tausiah Muharram yang disampaikan oleh .
Dalam sambutannya, Bupati Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai gerakan perubahan menuju arah yang lebih baik.
Menurutnya, makna hijrah dalam konteks pembangunan bukan hanya perpindahan tempat, melainkan transformasi cara berpikir, sikap, dan perilaku dalam membangun masa depan daerah.
“Kita tidak hanya berkumpul untuk memperingati pergantian kalender Islam, tetapi melakukan introspeksi dan refleksi bersama. Tantangan hari ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi bagaimana membangun manusia yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kebijaksanaan,” ungkapnya.
Bupati menegaskan, kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur maupun angka statistik, tetapi juga dari keberhasilan menjaga nilai budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun kepercayaan masyarakat.
“Kuningan harus menjadi rumah yang teduh, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat tanpa melihat latar belakang ekonomi, pendidikan, maupun perbedaan lainnya. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, diperlukan kolaborasi bersama ulama, akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen daerah,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan kabar membanggakan terkait capaian Pemerintah Kabupaten Kuningan yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari atas laporan keuangan pemerintah daerah.
Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dalam memperbaiki tata kelola keuangan dan administrasi pemerintahan.
“Ini menjadi bagian dari semangat hijrah, yakni hijrah menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik, transparan, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Bupati berharap dialog yang digelar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, pengangguran, pendidikan, hingga tantangan perubahan sosial akibat perkembangan teknologi.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mewariskan kepada generasi mendatang bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga peradaban yang memiliki nilai budaya, kepedulian, dan akhlakul karimah.
“Mari kita menjaga tradisi, menguatkan harmoni, dan bersama-sama membangun generasi Kuningan yang berbudaya, berilmu, dan berakhlak,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan dan kemajuan Kabupaten Kuningan, sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen bersama menuju Kuningan yang lebih maju, makmur, agamis, dan sejahtera.(Heryanto)


















