Dari data yang dihimpun, terdapat 12 satuan pendidikan tingkat dasar, termasuk beberapa SD di Desa Dadap yang mengajukan usulan penambahan kuota. Sebanyak 242 calon siswa yang sebelumnya terancam tidak mendapat kuota, kini dipastikan 100 persen terakomodasi dan dapat segera mengikuti proses belajar mengajar.
Penuntasan kendala kuota SPMB 2026 ini menjadi bukti konkret kehadiran pemerintah daerah dalam mengawal wajib belajar sembilan tahun di Kota Mangga.
Pemkab Indramayu juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh wali murid dan elemen masyarakat yang telah menyampaikan aspirasinya secara konstruktif.
Ke depan, kata Caridin, Pemkab Indramayu berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan mutu pelayanan pendidikan secara menyeluruh. Upaya ini akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan ruang kelas baru (RKB), penataan tenaga pendidik, serta peningkatan sarana dan prasarana pendukung di berbagai wilayah sekolah guna mengantisipasi lonjakan daya tampung di tahun-tahun mendatang.
“Terima kasih atas dukungan, kesabaran, dan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan layanan pendidikan di Kabupaten Indramayu yang bermutu, adil, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (Bd)












