“Yang paling berat memang pemain Cirebon. Kita hampir kedodoran karena dia merupakan juara Panglima di Cirebon dan datang ke sini. Tapi alhamdulillah, kita bisa juara,” katanya.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa domino kompetitif tidak hanya mengandalkan keberuntungan. Konsentrasi, strategi, kemampuan membaca situasi, dan komunikasi dengan pasangan menjadi unsur penting dalam menentukan hasil pertandingan.
Dani juga mengapresiasi panitia penyelenggara yang dinilainya mampu menjalankan kegiatan dengan baik sehingga turnamen berlangsung aman dan tertib.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada panitia yang sudah solid dan bagus dalam menyelenggarakan acara ini. Kegiatan berlangsung aman dan tenteram,” tuturnya.
Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan atas dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen ORADO tersebut.
Turnamen ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-67 Pemuda Pancasila sekaligus wadah bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan, menjunjung sportivitas, dan mempererat kebersamaan.
Bagi Tim Kuwu Balap, gelar juara pertama menjadi bukti bahwa kemenangan dalam olahraga domino tidak cukup bertumpu pada kemampuan individu. Kekompakan, strategi, dan kesediaan bermain sebagai satu tim menjadi modal utama untuk menaklukkan persaingan.(Heryanto)

















