Kepala Desa Gunungmanik Juhari Haryanto menyebut, pembangunan jalan menjadi peluang bagi desa untuk mengembangkan potensi ekonomi. Sekitar 10 hektare lahan perkebunan kini ditanami berbagai komoditas buah, terutama durian dan alpukat.
Di sisi lain, kawasan Curug Payung mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata, termasuk penyediaan fasilitas camping.
Bupati Dian mengingatkan, keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik. Infrastruktur yang telah dibangun harus dirawat bersama agar manfaatnya berkelanjutan.
“Membangun itu mudah, hal paling susah itu merawatnya,” tegasnya.
Menurutnya, masih terdapat sekitar 3,5 kilometer akses jalan di kawasan tersebut yang membutuhkan penanganan lanjutan. Pemkab Kuningan akan mengupayakan pembangunan lanjutan melalui alokasi anggaran tahun berikutnya.
Sementara itu, Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh. Hafda Prima Agung menjelaskan, pelaksanaan TMMD diawali pra-TMMD selama 14 hari. Seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan berkat sinergi TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan gotong royong masyarakat.
Ia menegaskan, pasca-TMMD, pemeliharaan dan pengembangan infrastruktur menjadi tanggung jawab bersama.
Dengan tuntasnya TMMD Imbangan ke-129, jalan baru di Dusun Jatirasa diharapkan menjadi pengungkit aktivitas pertanian, pariwisata dan perekonomian masyarakat Desa Gunungmanik.(Heryanto)

















