Ia menilai, tindakan sederhana tersebut mengandung nilai penting tentang bagaimana kerja, usaha, dan harga diri seharusnya dipahami. Kehormatan, kata dia, tidak lahir dari citra yang dibangun di permukaan, melainkan dari ketulusan dalam menjalani peran dan tanggung jawab.
Lebih jauh, Dadan menyebut sikap seperti itu memberi pembelajaran sosial yang halus namun bermakna. Masyarakat diajak melihat bahwa kesederhanaan bukan sesuatu yang perlu disembunyikan, melainkan nilai yang patut dihormati.
“Keteladanan tidak selalu hadir lewat pidato besar atau simbol jabatan. Kadang, ia justru tampak paling jelas dalam hal-hal kecil yang dilakukan dengan jujur,” katanya.
Bagi Dadan, di situlah letak kekuatan kepemimpinan yang sesungguhnya: bukan semata pada tingginya posisi, melainkan pada kemampuan menghadirkan teladan dalam keseharian.
Dalam kesederhanaan itulah, pesan besar kerap menemukan bentuknya yang paling tulus dan paling mudah diterima publik.(Heryanto)


















