Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

UNPAS Gandeng Pemkab Kuningan, Limbah Peternakan Disulap Jadi Energi dan Sumber Ekonomi Baru

67
×

UNPAS Gandeng Pemkab Kuningan, Limbah Peternakan Disulap Jadi Energi dan Sumber Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, H. Toni Kusumanto, AP., M.Si., mengungkapkan perkembangan positif Koperasi Produsen Karya Nugraha Jaya Kuningan sepanjang tahun 2025.

Jumlah anggota aktif koperasi meningkat menjadi 876 orang. Produksi susu mencapai 9,29 juta liter atau naik 24,75 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi pakan konsentrat juga meningkat menjadi 5,73 juta kilogram.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

“Koperasi saat ini tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi anggota, tetapi juga menjadi motor peningkatan kesejahteraan peternak sapi perah di Kabupaten Kuningan,” kata Toni.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 1717/Kadipaten Hadiri Pelatihan Penanggulangan Bencana di Desa Heuleut

Ia menambahkan, penguatan koperasi dilakukan melalui berbagai program, mulai dari layanan kesehatan ternak, inseminasi buatan, hingga bantuan kredit bagi anggota guna meningkatkan populasi sapi induk laktasi dan produktivitas susu.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pengendalian, Pemulihan, dan Penegakan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Rismunandar, S.Hut., M.Si., menekankan pentingnya pengelolaan KOHE dalam mendukung pengendalian pencemaran lingkungan.

Menurutnya, limbah peternakan yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini dapat diolah menjadi pupuk organik dan produk pertanian ramah lingkungan bernilai ekonomi.
“Pengelolaan KOHE menjadi solusi untuk mengurangi pencemaran limbah peternakan sekaligus mendukung ekonomi hijau berbasis masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasdim 0617/Majalengka Pimpin Upacara Bendera, Tekankan Disiplin dan Loyalitas Prajurit

Program tersebut juga dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah “Kuningan Melesat”, khususnya dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan menekan emisi lingkungan.
Menariknya, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber internasional dari Filipina, Prof. Dr. Norberto Paranga Jr., Ph.D., D.Hum., D.Litt., yang memberikan paparan secara virtual melalui Zoom Meeting.

Dalam presentasinya, Prof. Norberto menjelaskan bagaimana pengelolaan KOHE di Filipina telah berkembang menjadi sumber energi alternatif dan penggerak ekonomi masyarakat. Kotoran sapi diolah menjadi biogas untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga membantu warga mengurangi ketergantungan terhadap gas elpiji.

Baca Juga :  Pendopo Kuningan Diserbu Masyarakat

Tak hanya itu, residu dari pengolahan biogas dimanfaatkan kembali menjadi pupuk cair dan pupuk padat untuk mendukung pertanian organik. Bahkan, KOHE juga diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga.
“Pengelolaan KOHE yang tepat dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas sangat ditentukan oleh pemanfaatan teknologi, data, serta kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, koperasi, dan masyarakat.(Heryanto)

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin