Soroti Perang Modern dan Ketahanan Nasional
Panglima TNI menekankan bahwa kondisi global saat ini dipenuhi persaingan geopolitik dan ancaman perang informasi yang menuntut adaptasi cepat dari seluruh prajurit. Menurutnya, perkembangan doktrin peperangan modern seperti Kecerdasan Buatan (AI), drone nirawak, hingga peperangan elektronika telah mengubah pola pertempuran.
Oleh karena itu, TNI dituntut tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga ikut mengawal program prioritas nasional, seperti ketahanan pangan dan energi.
“Negara saat ini menaruh perhatian besar terhadap modernisasi Alpalhankam untuk meningkatkan daya tempur dan kesiapan operasional satuan. Hal ini juga diimbangi dengan upaya pimpinan dalam meningkatkan kesejahteraan, layanan kesehatan, hingga perumahan prajurit beserta keluarganya,” terangnya.
Di akhir amanatnya, Panglima TNI memberikan penekanan tegas terkait kedisiplinan prajurit. Seluruh jajaran diinstruksikan untuk menghindari berbagai bentuk pelanggaran hukum yang dapat mencoreng nama baik instansi.
“Saya tegaskan kepada seluruh prajurit agar tidak terlibat dalam tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, perjudian atau judi online, penipuan, pemerasan, hingga aktivitas ilegal lainnya. Sekecil apa pun pelanggaran akan merusak kepercayaan rakyat kepada TNI,” tegasnya.
Para komandan satuan diminta untuk menjadi teladan, melakukan pengawasan melekat, dan meningkatkan kepedulian terhadap para anggotanya demi mewujudkan prajurit TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif (PRIMA). (Pendim_0617/VC)

















