Memasuki bulan Ramadan, lanjut Fiki, menu memang disesuaikan dengan kebutuhan berbuka puasa. Makanan yang dibagikan berupa makanan kering yang lebih tahan lama, namun tetap mengedepankan prinsip makanan sehat dan real food.
Beberapa menu di antaranya tahu isi daging, ayam ungkep, tempe ungkep, susu, serta buah. Pihaknya juga memastikan tidak menggunakan makanan olahan pabrik atau ultra processed food (UPF).
Distribusi makanan pada prinsipnya tetap dilakukan setiap hari bagi siswa yang masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Pengiriman secara dirapel hanya dilakukan dalam kondisi tertentu, seperti saat sekolah libur atau tidak ada kegiatan belajar mengajar, dan mekanismenya telah diatur secara resmi sebelum Ramadan.
Fiki menambahkan, Pemerintah Daerah bersama mitra pelaksana telah menyampaikan informasi terkait menu dan harga secara terbuka melalui kanal resmi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum utuh. Mari bersama-sama mengawal program ini agar berjalan sesuai ketentuan dan memberi manfaat optimal bagi penerima,” pungkasnya. (Heryanto)


















