Namun di balik kondisi tersebut, Wabup menemukan persoalan yang cukup mendesak, yakni kekurangan satu ruang kelas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Kendala terbesar yang dihadapi sekolah adalah tidak tersedianya lahan untuk pembangunan ruang kelas baru.
Saat berdialog dengan pihak sekolah, diketahui bahwa usulan pembangunan ruang kelas tambahan belum diajukan secara resmi. Wabup pun meminta pihak sekolah segera menyusun proposal agar dapat menjadi bahan pembahasan pemerintah daerah.
“Kebutuhan ruang kelas ini harus segera diusulkan. Nanti akan kita lihat kemungkinan solusi yang bisa dilakukan,” kata Tuti.
Karena lahan sekolah sudah sangat terbatas, salah satu alternatif yang mengemuka adalah pembangunan ruang belajar secara bertingkat dengan memanfaatkan bangunan yang sudah ada, termasuk kemungkinan di atas ruang perpustakaan.
Persoalan keterbatasan lahan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan kualitas sarana pendidikan di SDN 2 Ciloa. Pemerintah Kabupaten Kuningan diharapkan dapat mengkaji solusi yang paling memungkinkan agar kebutuhan ruang belajar siswa tetap dapat terpenuhi tanpa terkendala keterbatasan lahan.(Heryanto)


















