Dalam kesempatan tersebut, Heri juga menyuarakan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan agar lebih serius memperhatikan nasib guru madrasah.
“Guru madrasah ini bagian dari masyarakat Kuningan. Mereka mendidik anak-anak daerah, tetapi perhatian terhadap kesejahteraannya masih perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa melalui PGMNI, aspirasi guru kini disampaikan secara terorganisir, bukan lagi suara individu.
“Ini suara kolektif. Kami berharap bisa didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” katanya.
PGMNI sendiri, lanjut Heri, telah terbentuk di 32 provinsi dan kini mulai menguat di tingkat daerah, termasuk di Kabupaten Kuningan.
Madrasah Disebut Benteng Moral Terakhir
Heri menilai peran madrasah sangat krusial di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Madrasah adalah benteng terakhir akhlak dan moral anak-anak. Di sinilah nilai spiritual, akidah, dan karakter dibentuk,” ujarnya.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk menjadikan madrasah sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan pendidikan.
“Kalau ingin generasi kuat secara moral, maka madrasah harus diperkuat, termasuk kesejahteraan gurunya,” pungkasnya.(Heryanto)


















