ELTV SATU || KUNINGAN – Meluasnya pertumbuhan eceng gondok di kawasan Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, kembali menjadi perhatian publik. Selain dinilai mengganggu fungsi waduk, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas sistem pemantauan dan koordinasi antarlembaga pemerintah dalam mengantisipasi potensi gangguan lingkungan.
Pengamat kebijakan publik, Dadan Satyavadin, pada hari Rabu (10-6-2026),menilai persoalan eceng gondok tidak muncul secara tiba-tiba. Menurutnya, tanaman tersebut berkembang secara bertahap dalam kurun waktu yang cukup panjang sehingga seharusnya dapat terdeteksi sejak dini melalui mekanisme pemantauan yang berjalan secara rutin.
“Eceng gondok tidak tumbuh dalam semalam. Perkembangannya dapat diamati dari waktu ke waktu hingga akhirnya menjadi persoalan yang sulit diabaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun eceng gondok bukan termasuk kategori bencana alam, keberadaannya berpotensi menimbulkan dampak terhadap berbagai sektor strategis, mulai dari perikanan, pariwisata, kualitas air, hingga sistem irigasi yang bergantung pada fungsi waduk.
Dalam konteks tersebut, Dadan menilai publik berhak memperoleh penjelasan mengenai langkah-langkah mitigasi dan koordinasi yang telah dilakukan pemerintah daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebelum kondisi berkembang menjadi perhatian luas masyarakat.
Sejumlah pertanyaan yang dinilai perlu dijawab antara lain terkait waktu awal terdeteksinya pertumbuhan eceng gondok, mekanisme pemantauan yang dilakukan, frekuensi koordinasi antarlembaga, serta rekomendasi yang pernah disampaikan kepada pemerintah daerah untuk mengendalikan persoalan tersebut.


















