ELTV SATU || KUNINGAN – Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga, menegaskan pentingnya edukasi dan pelatihan pemadaman api bagi pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat tingginya potensi risiko kebakaran di lokasi tersebut.
Hal itu disampaikan Andri Arga saat ditemui di Kantor Damkar, Senin (4/5/2026), seusai apel pagi dalam rangka HUT Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas.
Menurutnya, program edukasi ini difokuskan pada dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Kuningan, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan pengelola dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Pelatihan ini bersifat kolektif di tingkat kecamatan, agar koordinasi lebih mudah, biaya lebih efisien, dan materi yang disampaikan bisa terserap maksimal oleh para pengelola dapur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dapur MBG memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi. Hal ini dipicu oleh penggunaan listrik berdaya besar, aktivitas memasak dengan kompor gas yang intens, serta waktu operasional yang panjang.
“Dapur MBG ini bisa beroperasi hampir 24 jam, dari tengah malam hingga siang hari, dengan kapasitas produksi mencapai 2.000 porsi per hari. Ini tentu berbeda jauh dengan dapur pada umumnya, sehingga potensi risikonya juga lebih besar,” jelasnya.
Terkait standar keamanan, Andri menekankan pentingnya ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) yang memadai dan sesuai regulasi.
“Jumlah APAR harus disesuaikan dengan luas bangunan dan tingkat risiko, mengacu pada ketentuan yang berlaku. Kami juga menyarankan penggunaan APAR berstandar SNI agar kualitas dan keamanannya terjamin,” katanya.


















