ELTV SATU || KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat komitmen dalam percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut diwujudkan dalam kegiatan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang digelar di Ruang Ballroom Arya Kamuning, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, rumah sakit, BUMN, BUMD, organisasi masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam menghadirkan intervensi nyata bagi keluarga berisiko stunting.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kuningan, H. Apip Ropi’i, S.Kep., Ners., S.Sos., S.KM., M.M.Kes., menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi membutuhkan pendekatan menyeluruh dan kerja sama berbagai pihak.
“Stunting bukan hanya persoalan makanan, tetapi dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti pola asuh, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, hingga lingkungan. Karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar upaya pencegahan dapat berjalan optimal,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak terhadap perkembangan fisik maupun kognitif. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam mewujudkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui program GENTING, Pemkab Kuningan mendorong keterlibatan seluruh pihak sebagai orang tua asuh bagi keluarga sasaran, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah dua tahun (baduta) usia 0 hingga 23 bulan.
“Melalui Surat Keputusan Bupati, nantinya seluruh pihak akan memiliki peran masing-masing sesuai kemampuan. Bantuan dapat diberikan dalam bentuk intervensi spesifik seperti dukungan nutrisi maupun intervensi sensitif seperti penyediaan air bersih dan perbaikan sanitasi,” jelasnya.


















