ELTV SATU || KUNINGAN – Musyawarah Daerah (Musda) II Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kabupaten Kuningan yang digelar di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Sabtu (4/7/2026), menjadi momentum evaluasi organisasi, konsolidasi, sekaligus regenerasi kepemimpinan untuk memperkuat peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pembangunan desa.

Ketua Panitia Musda II, A. Jatrawan, S.H., mengatakan Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten yang memiliki arti strategis dalam menentukan arah kebijakan dan perjuangan PABPDSI ke depan.
Mengusung tema “Musda Kedua PABPDSI sebagai Momentum Evaluasi, Konsolidasi, dan Regenerasi Kepemimpinan Organisasi yang Lebih Berkualitas”, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kuningan, unsur Forkopimda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pengurus PABPDSI Provinsi Jawa Barat, dewan penasehat dan dewan kehormatan, pengurus kecamatan, anggota BPD, serta para tamu undangan.
Dalam laporannya, A. Jatrawan menyampaikan apresiasi kepada para pendiri organisasi, termasuk H. Dr. Toto Tuhari, M.Pd., yang dinilai memiliki jasa besar merintis organisasi BPD di Kabupaten Kuningan sejak awal berdiri hingga berkembang menjadi PABPDSI.
Menurutnya, PABPDSI merupakan rumah besar bagi seluruh anggota BPD untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, peningkatan kapasitas, serta memperjuangkan kesejahteraan anggota dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penyaluran aspirasi masyarakat desa.
“Melalui Musda ini kami berharap lahir kepemimpinan baru yang amanah, visioner, dan mampu membawa PABPDSI Kabupaten Kuningan semakin solid, profesional, serta terus memperjuangkan kepentingan seluruh anggota BPD,” ujarnya.
Musda II diikuti perwakilan dari 27 kecamatan sehingga memenuhi kuorum untuk melaksanakan sidang organisasi. Agenda utama meliputi penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2026, penyusunan program kerja, penetapan rekomendasi organisasi, serta pemilihan ketua dan kepengurusan baru.


















