ELTV SATU || KUNINGAN – Gagasan tentang arah perjalanan bangsa kembali menjadi sorotan. Melalui sebuah tulisan berjudul Ketika Indonesia Menjauh dari Jalan Bung Karno, Yusup Dandi Asih pada hari Senin (13-7-2026) mengajak masyarakat untuk merefleksikan apakah Indonesia masih berjalan sesuai cita-cita yang diwariskan Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno.
Menurut Yusup, setiap bulan Juni nama Bung Karno selalu dikenang melalui seminar, upacara, hingga kutipan pidato-pidatonya. Namun, ia menilai penghormatan tersebut seharusnya tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan dalam kebijakan dan pembangunan yang berpihak kepada rakyat.
Dalam pandangannya, Bung Karno memperjuangkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari dalam bidang ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan. Tiga pilar tersebut, menurutnya, kini tengah menghadapi tantangan yang semakin berat.
Yusup menyoroti persoalan kemiskinan yang menurutnya tidak cukup diukur melalui angka statistik. Ia menilai masyarakat lebih merasakan dampaknya melalui tingginya harga kebutuhan pokok, terbatasnya lapangan pekerjaan, rendahnya daya beli, serta semakin sulitnya memperoleh kehidupan yang layak.
Selain persoalan ekonomi, ia juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan nasional. Menurutnya, kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan pertahanan wilayah, tetapi juga menyangkut kemampuan negara mengendalikan sumber daya alam, pangan, energi, air, teknologi, hingga kebijakan strategis yang sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia.
Dalam tulisannya, Yusup juga mengingatkan bahwa nasionalisme tidak cukup diwujudkan melalui simbol-simbol kebangsaan semata. Ia menilai semangat cinta tanah air harus tercermin dalam praktik penyelenggaraan negara yang bersih, bebas dari korupsi, serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


















