ELTV SATU || KUNINGAN – Aspirasi agar desa-desa penyangga kawasan wisata memperoleh dana bagi hasil pariwisata mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi Partai Gerindra, H. Rokhmat Ardiyan, di Aula Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jumat (31/7/2026).

Dalam dialog bersama masyarakat, Rokhmat Ardiyan mengungkapkan banyak warga menitipkan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kuningan memberikan perhatian kepada desa-desa yang selama ini menjadi penyangga destinasi wisata.
Menurutnya, desa-desa seperti Pajambon, Cisantana, Puncak, Ragawacana, dan sejumlah desa lainnya memiliki peran penting dalam menopang pertumbuhan sektor pariwisata. Karena itu, sudah semestinya mereka turut merasakan manfaat ekonomi melalui skema dana bagi hasil.
“Jangan sampai desa-desa penyangga hanya menyandang nama sebagai kawasan wisata, tetapi tidak ikut menikmati manfaat ekonominya. Dana bagi hasil ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Rokhmat.
Ia menilai dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan perangkat desa, RT, RW, dan anggota Linmas yang selama ini mengabdi dengan honor yang masih sangat terbatas. Selain itu, dana tersebut juga dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur desa, meningkatkan pelayanan kesehatan, serta mendukung sektor pendidikan.
Sebagai anggota DPR RI, Rokhmat menegaskan akan membawa aspirasi masyarakat tersebut kepada pemerintah terkait. Ia juga mengapresiasi komitmen Wakil Bupati Kuningan yang hadir dalam reses dan menyatakan dukungannya agar desa-desa penyangga memperoleh porsi dari pendapatan sektor pariwisata.
“Ini bukan hanya soal pendapatan daerah, tetapi bentuk keadilan bagi masyarakat yang selama ini ikut menjaga kawasan wisata. Desa penyangga harus memperoleh manfaat ekonomi, UMKM harus tumbuh, lapangan kerja bertambah, dan kelestarian lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.
Rokhmat mengungkapkan, pada tahun 2025 sektor pariwisata di kawasan Cisantana menghasilkan sekitar Rp4,5 miliar dari pajak pariwisata. Pendapatan tersebut berasal dari 18 objek wisata di dalam kawasan dan sekitar 20 objek wisata di luar kawasan.


















