Menurutnya, apabila sebagian pendapatan tersebut dapat dialokasikan kepada desa-desa penyangga, maka akan menjadi motivasi bagi seluruh pelaku usaha wisata untuk terus mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan.
“Pengusaha pariwisata tentu memiliki kebanggaan apabila manfaat dari sektor ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat desa yang menjadi penyangga kawasan wisata,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rokhmat juga memaparkan capaian Program Sambungan Listrik Gratis yang telah diperjuangkannya di Kabupaten Kuningan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 3.900 rumah tangga telah menikmati sambungan listrik gratis.
Selain membahas pariwisata, Rokhmat menekankan pentingnya percepatan penetapan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Menurutnya, kepastian tata ruang akan menjadi kunci masuknya investasi ke Kabupaten Kuningan.
“Investor akan datang jika tata ruang dan regulasinya jelas. Kalau tidak ada kepastian, mereka akan memilih daerah lain. Karena itu RTRW harus segera dituntaskan agar investasi masuk, PAD meningkat, dan lapangan pekerjaan terbuka lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan investasi di Kuningan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan. Menurutnya, para pelaku usaha pariwisata justru memiliki kepentingan besar menjaga ekosistem karena kerusakan lingkungan akan menjadi kerugian bagi usaha mereka sendiri.
Di akhir keterangannya, Rokhmat mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan media untuk bersama-sama mendorong iklim investasi yang sehat demi mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kuningan.
“Jangan sampai masyarakat Kuningan terus mencari pekerjaan ke daerah lain. Kita ingin lapangan kerja tumbuh di daerah sendiri sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya.(Heryanto)


















