ELTV SATU || KUNINGAN – Semangat perubahan mewarnai peringatan Dies Natalis ke-70 SMP Negeri 1 Cilimus yang digelar Kamis (6/8/2026). Pada momentum tersebut, Kepala SMPN 1 Cilimus Ida Nurhaeda, M.Pd. menyatakan kesiapan menerima tantangan dari Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar untuk membawa sekolah yang dipimpinnya semakin maju dan menjadi sekolah “Melesat”.

Acara berlangsung meriah dengan dihadiri Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Elon Carlan, Kabid SMP, Camat Cilimus, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa Bojong, para kepala sekolah se-Gugus Cilimus, para kepala sekolah purnabakti, alumni, komite sekolah, tokoh masyarakat, guru, serta ratusan siswa.
Dalam sambutannya, Ida Nurhaeda mengaku merasa tertantang oleh berbagai arahan dan motivasi yang selama ini diberikan Bupati Dian Rachmat Yanuar, bahkan sejak masih menjabat Kepala Dinas Pendidikan hingga Sekretaris Daerah.
“Insyaallah kami menerima tantangan Bapak Bupati. Dengan dukungan semua pihak, kami siap mewujudkan SMP Negeri 1 Cilimus menjadi sekolah yang terus melesat, berprestasi, dan berkarakter,” ujarnya.
Ia menuturkan, usia 70 tahun menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus melahirkan berbagai inovasi. Menurutnya, SMPN 1 Cilimus yang merupakan salah satu sekolah negeri tertua di Kabupaten Kuningan memiliki tanggung jawab besar menjaga tradisi prestasi.
Ida memaparkan sejumlah capaian membanggakan sepanjang 2026. Di antaranya siswa atas nama Raihan berhasil memecahkan rekor nasional lompat tinggi, meraih medali emas Popda dan melaju ke tingkat nasional. Pada ajang O2SN tingkat Provinsi Jawa Barat, sekolah juga meraih medali perunggu.
Tak hanya itu, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMPN 1 Cilimus mencapai rata-rata 95,17, tertinggi di Kabupaten Kuningan. Prestasi tersebut mengantarkan banyak lulusan diterima di SMA favorit, sekaligus mengantarkan sekolah memperoleh penghargaan BOS Kinerja dengan kategori Kemajuan Terbaik.
Di bidang pembentukan karakter, sekolah menerapkan berbagai program religius, seperti murajaah surat-surat pendek setiap pergantian jam pelajaran, pembacaan Asmaul Husna sebelum pulang sekolah, serta menjadikan hafalan Asmaul Husna sebagai salah satu syarat kelulusan.


















