ELTV SATU ||| MAJALENGKA — Penguatan permodalan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kagok, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, yang diduga bersumber dari Dana Desa, menjadi perhatian. Pasalnya, berdasarkan keterangan narasumber di lapangan, sejak penyertaan modal dilakukan, kegiatan usaha BUMDes tersebut disebut tidak lagi berjalan.
Narasumber menyebut, tidak terdapat unit usaha BUMDes Desa Kagok yang masih berjalan hingga saat ini. Sementara itu, bangunan ruko yang sebelumnya disiapkan untuk menunjang kegiatan BUMDes kini diduga telah dialihfungsikan menjadi garasi mobil siaga desa.
Berdasarkan keterangan narasumber, Kepala Desa Kagok juga mengakui bahwa BUMDes di desanya saat ini tidak berjalan. Dalam keterangannya, kondisi tersebut disebut bukan hanya terjadi di Desa Kagok, tetapi juga terjadi di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Banjaran.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keberadaan dan penggunaan penyertaan modal BUMDes yang sebelumnya disebut berasal dari Dana Desa. Termasuk mengenai besaran modal yang telah disalurkan, penggunaannya, perkembangan unit usaha, serta status aset berupa bangunan ruko yang kini digunakan untuk keperluan lain.


















