Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

Syukuran Kemerdekaan, Saatnya Kembali Mencintai Tanah Kelahiran

19
×

Syukuran Kemerdekaan, Saatnya Kembali Mencintai Tanah Kelahiran

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia setiap Agustus tidak semestinya berhenti pada upacara, perlombaan, doa bersama, atau syukuran. Momentum kemerdekaan perlu menjadi ruang refleksi untuk kembali meneguhkan kecintaan terhadap tanah kelahiran sekaligus memperkuat komitmen membangun bangsa.

Pandangan tersebut disampaikan Riki Irfan, ST., M.Si., Dosen Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, yang menilai kemerdekaan merupakan anugerah Allah SWT yang harus disyukuri melalui tindakan nyata, bukan sekadar seremoni.

Pasang Iklan Disini Scroll ke Bawah
idth="300"
Scroll ke Bawah

Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air merupakan bagian dari fitrah manusia. Ikatan dengan tempat kelahiran terbentuk melalui bahasa, budaya, lingkungan, keluarga, serta pengalaman yang membentuk identitas seseorang.

Baca Juga :  Wujud Nyata Kemanunggalan TNI Dan Rakyat

“Kerinduan terhadap kampung halaman ketika seseorang berada jauh dari tempat asalnya menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap tanah kelahiran merupakan bagian dari fitrah manusia,” ujarnya.

Dalam perspektif Islam, lanjut Riki, kecintaan terhadap tanah kelahiran juga tercermin dari sikap Rasulullah SAW terhadap Kota Makkah ketika harus meninggalkannya. Karena itu, mencintai negeri tidak bertentangan dengan ajaran Islam selama tidak berubah menjadi fanatisme yang melahirkan kebencian dan ketidakadilan terhadap bangsa lain.

Baca Juga :  Bupati Tinjau Eks Kewedanaan Kadugede, Disiapkan Jadi Bale Budaya Kuningan

“Nasionalisme yang sehat adalah kecintaan kepada bangsa yang dibangun bersama keadilan, kejujuran, kepedulian dan penghormatan terhadap sesama,” katanya.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan revolusi digital, rasa memiliki terhadap bangsa dinilai semakin penting. Kemudahan mengakses informasi dan budaya dunia memang memperluas wawasan, tetapi juga dapat memunculkan sikap apatis serta kecenderungan mengagumi bangsa lain tanpa mengenali kekuatan dan potensi negeri sendiri.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Peredaran Sabu Di Cirebon, Polresta Cirebon Amankan Seorang Tersangka

Karena itu, momentum kemerdekaan harus diarahkan untuk memperkuat identitas, rasa memiliki dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Riki menyebut, nasionalisme dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, menaati aturan, menjaga fasilitas umum, meningkatkan kualitas diri, serta berpartisipasi dalam pembangunan. Rasa memiliki terhadap bangsa juga menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan sosial ketika menghadapi berbagai tantangan.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin