Scroll ke bawah
banner 300x300
banner 160x600
banner 160x600
Example 728x250
DaerahNews

BUMDes vs KDMP? Forum BUMDes Jabar Tegaskan: Bukan Saingan, Tapi Harus Saling Menguatkan

36
×

BUMDes vs KDMP? Forum BUMDes Jabar Tegaskan: Bukan Saingan, Tapi Harus Saling Menguatkan

Sebarkan artikel ini
Example 728x250

ELTV SATU || KUNINGAN — Wacana keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang kerap dipersepsikan sebagai ancaman bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dinilai justru berpotensi melahirkan persoalan baru jika dibiarkan berkembang menjadi paradigma persaingan.

Forum BUMDes Provinsi Jawa Barat menegaskan, BUMDes dan KDMP bukan dua kekuatan yang harus dipertandingkan. Keduanya memiliki karakter, fungsi dan basis usaha yang berbeda sehingga jauh lebih produktif jika dibangun dalam skema kolaborasi.

Baca Juga :  Tak Berkutik! Pencuri Tengah Malam Dibekuk Polisi dalam Ops Sikat II Musi

Sekretaris Umum Forum BUMDes Jawa Barat, Toto Hadianto, mengatakan BUMDes dan KDMP seharusnya ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi desa, bukan sebagai kompetitor.

“Antara BUMDes dengan KDMP sebenarnya tidak perlu ada persaingan, karena pola bisnisnya berbeda,” tegas Toto saat ditemui pada BUMDes Festival Jabar 2026, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, BUMDes lebih diarahkan pada pengelolaan usaha dan aset desa serta upaya meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Sementara koperasi memiliki konsep berbasis keanggotaan, yakni dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota.

Baca Juga :  Polresta Cirebon Amankan 3 Pengedar Sabu

Perbedaan tersebut semestinya menjadi pintu masuk untuk membangun kerja sama, bukan alasan untuk saling berebut ruang usaha.

“BUMDes bisa sebagai pengelola kerja sama maupun unit usaha. Kemudian KDMP bisa menjalankan pemasaran dan menjangkau konsumen melalui jaringan anggotanya,” jelasnya.

“Jangan Sampai Potensi Desa Justru Terpecah.”

Forum BUMDes Jabar mengingatkan, jika BUMDes dan KDMP berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi, yang dikhawatirkan bukan sekadar terjadi tumpang tindih usaha, tetapi juga potensi ekonomi desa menjadi terfragmentasi.

Baca Juga :  122 Unit Kendaraan Operasional Koperasi Merah Putih Diserahkan Kodim 0617 Majalengka untuk Desa

Karena itu, menurut Toto, diperlukan sinkronisasi sejak tingkat desa agar masing-masing lembaga mengetahui posisi, kewenangan dan ruang usaha yang dapat dikembangkan.

“Harus ada sinergi dan kolaborasi,”

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kehadiran KDMP tidak seharusnya dipahami sebagai pengganti ataupun lawan BUMDes.

Example 728x250
banner 200x800
banner 728x90
Example 728x250

Jangan Copy Paste Tanpa Izin